23
Mar
08

OPINI

PERLUNYA bupati PUTRA DAERAH

Mengapa putra daerah perlu dikedepankan sebagai calon pimpinan atau kepala daerah. Setidaknya ada beberapa alasan, yaitu :

  1. Memiliki latar belakang budaya sama, minimal bahasa ibunya sama. Sulit diharapkan orang yang tidak memahami bahasa suatu masyarakat akan dengan gampang memahami persoalan-persoalan mereka
  2. Akrab dengan kehidupan masyarakatnya, walau disadari, dalam konteks wilayah Bondowoso bukanlah komunitas terasing yang tidak memiliki keterkaitan budaya dengan kelompok budaya lain. Bahkan Ki Ronggo adalah pendatang dari Madura
  3. Diharapkan dengan posisi kultural sama, kepala daerah terpilih akan mampu memotret dan mencari solusi bagi bagi persoalan masyarakat Bondowoso

Kelemahan yang mungkin muncul:<!--more-->

  1. Kurangnya tantangan yang berorientasi pada kemajuan
  2. Belum tentu merupakan figur yang dibutuhkan daerah
  3. Ancaman nepotisme lebih besar

Bondowoso? Secara kultural bondowoso mewarisi dan memiliki tradisi budaya Madura. Bahwa dalam perkembangannya terasa lamban, secara sosiologis tentu ada unsur budaya, entah pada sistem nilai, sistem pengetahuan, atau sistem pemerintahan yang perlu diperbaiki. Walau ada yang ‘mengkambing hitamkan’ posisi geografis dan transportasi, kota Salatiga di Jawa Tengah kurang lebih karakter kewilayahannya sama dengan Bondowoso, begitupun kota Sukoharjo. Toh dua kota tersebut jauh lebih maju.

Kenapa Solok di Sumatera Barat sana pemerintahannya maju dan dikenal bagus? Tentu bukan karena persoalan Geografis semata…Dan kita? Entah apa yang diinginkan terhadap Bondowoso masa depan. Kita sangat butuh pemimpin yang kreatif, inovatif dan memiliki komitmen kerakyatan tinggi. Tidak pragmatis –dan—apalagi anarkis…!


3 Tanggapan ke “OPINI”


  1. Rabu, 2 April, 2008 pukul 23:13

    Putra Daerah? saya setuju!. sekalian camat-camat diangkat dari putra kecamatan, kan antar desa juga sering tidak sama budayanya. Pejabat-pejabat dari luar Bondowoso diusir atau dikotak, asyik kan…..?

  2. 2 yayaq
    Senin, 7 Juli, 2008 pukul 12:39

    putra daerah atau bukan akan menjadi sebuah hal kesia-siaan ketika yang terpilih menjadi bupati bondowoso tidak mampu membuat perubahan yang signifikan bagi bondowoso. terus apa yang kita harapkan dengan adanya pilkada ini? sebuah pertanyaan umum yang mungkin memwakili banyak penduduk bondowoso. ketika harapan2 itu tdk mampu terakomodasi dengan baik oleh bupati terpilih terus apa gunanya ada pilkada, apa gunanya ada bupati kalau hanya posisi itu untuk jalan bagi kepentingan dirinya maupun kroninya? …………………..!!!!!!

  3. Selasa, 8 Juli, 2008 pukul 0:06

    Setuju Mas (?) Yayaq!. Ada ruang “kenyataan” dimana orang mau menjadi penguasa karena adanya prediksi kesejahteraan yang memadai. Orang jadi tim sukses karena impian adanya fasilitas setelah kemenangan. Namun ada juga ruang “upaya”, agar kekuasaan tidak menjadi lahan seperti yang dikhawatirkan Mas Yayaq. Ruang upaya ini adalah ruang kita semua, dimana kita dapat melakukan fungsi kontrol, fungsi pencerdasan masyarakat dari lapis yang paling bawah, juga fungsi sebagai kekuatan penekan (pressure group), yang minimal membuat penguasa tahu bahwa kesalahannya diketahui rakyat, dan rakyat tahu, apa dan bagaimana serta dimana kesalahan penguasa terhadap mereka. Bravo Mas Yayaq!


Tinggalkan Balasan




PEMILU 2009

Sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dari sitem ketata negaraan kita adalah adanya lembaga legislatif atau DPR/DPRD. Sejak lama keberadaan para anggotanya menjadi sorotan publik, karena terkesan bergelimang harta namun miskin kinerja. Sebenarnya, PEMILU menjadi ajang masyarakat untuk menghakimi mereka: PILIH YANG WARAS atau PILIH YANG MAU BAYAR? Ini saatnya kita menentukan pilihan...

 

Maret 2008
S S R K J S M
    Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 3,800 hits