Tanggapan beragam muncul terhadap tulisan BondowosoKita tentang kinerja Baperjakat. Ada yang protes bahwa tulisan tersebut tidak memiliki dasar kuat, kurang analitis dan kurang ilmiah. Kami mengucapkan terima kasih atas tanggapannya, dan pada Edisi yang akan datang BondowosoKita akan memuat telaah tentang Undang-undang no. 43/1999, perubahan atas UU nomor 8/1974tentang pokok-pokok kepegawaian. BondowosoKita akan menurunkan tulisan yang gamblang menyangkut bagaimana seharusnya dunia kepegawaian itu dimanage.
Dalam tulisan tersebut, pembaca akan dapat memahami istilah-istikah kepegawaian, seperti eselon, kepangkatan, Daftar Urut Kepangkatan (DUK) sekaligus melihat realitanya di jajaran birokrasi.
Sekali lagi, terima kasih atas saran-saran dari pembaca
Bisakah Kita hidup menjadi lebih baik apabila kita selalu merasa yang paling pintar ??
Benarkah hanya diri kita yang pintar, sementara yang lain bodoh ???
Atau jangan-jangan yang kita anggap bodoh-pun sebenarnya menilai kita ini juga bodoh (tentu dalam prespektif subyektif masing-masing)
Dan bukankah bisa jadi kebodohan yang ada adalah kebodohan kolektif kita semua..? Karena Kita Saling membodohi ?????
Berikut cerita anekdotnya…MAS…………….
Ada 2 orang pejabat yg pengen nyeritain kegoblokan anak buahnya masing-masing.
Pejabat A : “Anak buah saya tuh paling bego sedunia!!! lu mau liat buktinya? Tonoooo….siniiii. ..!!!”
Tono : “Ya Pak… ada apa Pak…?”
Pejabat A : “Ini saya kasih uang Rp.10.000,- ntar kamu ke showroom… beli Mercedes Benz yg A class…”
Tono : “Oh…baik Pak…”
Setelah itu Tono pergi meninggalkan ruangan dimana 2 Pejabat itu sedang ngobrol-ngobrol.
Pejabat A : “Gimana ? bego-kan Anak buah saya ?!!”
Pejabat B : ” Masih begoan Anak buah saya….. Muhdi !!!! siniiii !!!!”
Muhdi : “Ada apa Pak…? Apa Bapak manggil saya…?”
Pejabat B : ” Iya…Tolong donk…kamu ke rumah saya…terus coba kamu cek apa saya masih ada di rumah?”
Muhdi : “Baik Pak…!”
Setelah itu Muhdi pergi meninggalkan kedua Pejabat tersebut.
Pejabat A : “Hua ha ha ha ha… saya mengaku kalah deh…!”
Di jalanan… kedua bawahan itu bertemu..
Tono : “Eh…boss saya bego banget deh…masa saya di kasih uang Rp. 10.000,- buat beli Mercy A-Class…. padahal sekarang kan hari
minggu ya … show room tutup.. dasar boss saya itu bego banget!”
Muhdi :”Boss saya lebih bego lagi… masa saya di suruh pergi ke rumahnya untuk nge-cek dia masih ada di rumah apa nggak…padahal
kan dia punya handphone… tinggal di telpon aja ya kan…..”
Perasaan paling pintar dan hebat atau jumawa hanyalah salah satu sifat unggulan syetan. Terbukti ketika manusia mencoba mempraktekkan sifat itu dia terjerumus atau tinggal menunggu kejatuhannya. Mike Tyson, Maradona, Michael Jackson, dan banyak lagi, adalah contoh figur yang terjerembab dari ketinggian. Mungkin masih banyak yang akan menyusul…
alangkah senangnya kalo UU 43 TH 1999 tentang Pokok2 kepegawaian benae-benar diterapkan sebab kompetisi dlm berkarier bagi PNS sangat terbuka. tidak seperti yang terjadi sekarang hanya orang-orang tertentu yang bisa menikmati jabatan dan pangkat tinggi sedangkan yang lain pangkatnya harus terminal. DAN TIDAK PERNAH MENIMATI EMPUKNYA MOBIL DINAS Tentunya kedepan haruslah dipikirkan membuat pola karier bagi PNS sehingga PNS bisa bergairah bekerja dan tentunya peluang yang sangat luas untuk mengembangkan karier. Marilah melihat dengan kacamata batin dan fakta tentunya masih banyak PNS yang potensial namun tidak dieksploitasi sehingga kemampuannya bisa digunakan untuk mengabdi bagi bondowoso tercinta. Beri mereka kesempatan saya yakin Bondowoso lebih maju lagi, Mudah2 an Bupati kedepan mau menata PNS, HIDUP PNS
Memang tidak ada yang ngawasi ya pak? dprd itu kerjanya apa pak? ada komisinya, komisi berapa persen pak kok jadi mandulduldul…
Secara teori, pengawasan merupakan salah satu fungsi DPRD selain fungsi legislasi dan budgetting. Pemilahannya, untuk bidang pemerintahan ditangani komisi I.
Prakteknya, begitulah yang seharusnya dilaksanakan, kenyataannya? yang terjadi terjadilah, he he. Soal mandul dan prosen, Wallahu a’lam…