Arsip untuk Mei, 2008

03
Mei
08

PENDIDIKAN

TAHUN AJARAN BARU DI DEPAN MATA

Tahun ajaran baru tahun 2008-2009 segera tiba. Di Bondowoso, para orang tua disibukkan dengan persiapan ganda, selain sibuk mempersiapkan ujian putra-putrinya, mereka juga disibukkan dengan persiapan masuk sekolah pada jenjang yang lebih tinggi.

Kesibukan yang bercampur kekalutan, karena semuanya tidak ada lagi yang gratis. Bahkan hampir semua komponen biaya pendidikan semakin mahal, di tengah ironi kondisi ekonomi masyarakat yang semakin lemah. Sedangkan sekolah seakan berebut menjlentrehkan komponen kebutuhan dengan ragam judul yang intinya bagi wali murid tetap satu : MAHAL!

Dari pengalaman tahun-tahun kemarin, adanya bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOS) ternyata tidak mampu menurunkan nilai uang sekolah yang arus dubayar para wali murid, terutama di sekolah-sekolah “maju” di daerah perkotaan. Banyak argumen yang disampaikan pihak sekolah agar semuanya menjadi rasional. Misalnya pada waktu itu ada komponen uang pramuka, yang kegiatannya diikuti segelintir siswa tapi dibayar oleh seluruh siswa. Belum lagi yang tidak dapat dihindari seperti uang buku, yang harganya tidak lebih murah dari toko buku.

Meningkatnya popularitas sekolah pasti diikuti dengan meningkatnya beban wali murid. Logika ini mirip atau persis dengan logika bisnis, semakin banyak permintaan dan barang yang tersedia sedikit, maka harga menjadi mahal. Contoh aktual adalah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (SBI). Uang pangkal yang harus dibayarkan, minimal 1.5 juta. Jika calon siswanya adalah anak ber IQ tinggi tapi hanya putra pegawai rendahan atau tukang becak, maka peluangnya menjadi NOL untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai. Padahal dana SBI mengalir dari APBN dan APBD, logikanya sekolah SBI hanya menjaring calon siswanya dan memberikan beban finansial seringan-ringannya pada para wali murid calon siswa istimewa itu. Kenyatannya, potensi SDM yang luar biasa tidak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses terhadap SBI hanya karena faktor ekonomi, sebuah ironi memang, bahwa filosofi pendirian SBI yang didasarkan pada pengembangan sumber daya manusia akhirnya menjadi wilayah elit yang tidak terjangkau golongan “elit” (ekonomi sulit) lainnya.

Bagi rakyat, wacana peningkatan prosentase anggaran pendidikan tetap tidak banyak bermakna, sebab di balik itu –terutama pada tahun ajaran baru– prosentase terbesar yang menderita adalah calon siswa dan walinya.

Harusnya daerah memiliki sekolah unggulannya sendiri, yang mewadahi penggodokan potensi SDM di Bondowoso, terutama dari kalangan tidak mampu. Jika ada yang mampu secara ekonomi dan tertarik masuk di sekolah tersebut, bisa saja sekolah menerapkan uang sekolah yang tinggi, jadi sekolah ini merupakan kebalikan dari konsep penerimaan siswa baru-nya SBI, dimana konsep pengelolaanya sudah sangat didasari orientasi profit.

Lalu bagaimana baiknya? bertanyalah pada rumput yang bergoyang….




PEMILU 2009

Sesuatu yang tidak dapat dihindarkan dari sitem ketata negaraan kita adalah adanya lembaga legislatif atau DPR/DPRD. Sejak lama keberadaan para anggotanya menjadi sorotan publik, karena terkesan bergelimang harta namun miskin kinerja. Sebenarnya, PEMILU menjadi ajang masyarakat untuk menghakimi mereka: PILIH YANG WARAS atau PILIH YANG MAU BAYAR? Ini saatnya kita menentukan pilihan...

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blog Stats

  • 3,800 hits