Gejolak Grujugan Kidul
Pada Sabtu malam, 19 Juli 2007, masyarakat Grujugan Kidul Bondowoso kembali resah. Beberapa waktu lalu, sebagian masyarakat Grujugan Kidul yang belum dapat menerima kekalahan Tofan Firdaus dalam pilkades karena adanya beberapa persoalan yang belum tuntas, melakukan langkah menyegel Balai Desa.
Pemerintah Kabupaten telah membentuk Tim Pengawas untuk melakukan upaya penyelesaian masalah. Penyelesaian tersebut menggunakan istilah mediasi, yang dalam kamus sosiologi diterjemahkan sebagai upaya menyelesaikan pertikaian diantara pihak-pihak yang bersengketa melalui beberapa cara dan pendekatan.
Mediasi sebagai pilihan cara, menuntut adanya dialog, cross chek data, dan alternatif-alternatif penyelesaian sebagai pilihan-pilihan. Sayangnya sampai detik ini, upaya penggalian data masih dilakukan secara parsial. Pihak-pihak yang bersengketa belum pernah sekalipun dipertemukan dalam satu meja. Saksi-saksi yang diajukan pihak Tofan Firdaus atas indikasi kecurangan yang terjadi belum sekalipun dimintai keterangan secara khusus.
Sejak awal, keputusan nampaknya sudah diambil Tim Pengawas tanpa berusaha memahami logika lapangan dan senantiasa berlindung di balik PERDA 7/2006 tentang pilkades. Perda, sebagaimana perangkat perundangan lainnya, yang dimaksudkan untuk melindungi hak-hak masyarakat menjadi kehilangan ruhnya manakala ia menjadi tempat berlindung belaka.
Begitupun dengan mediasi sebagai pilihan cara untuk menyelesaikan masalah menjadi kehilangan makna saat keputusan yang di ambil tidak lagi memperhatikan psikologi massa dan akar persoalan di masyarakat.
Keresahan pada Sabtu malam, dipicu oleh adanya upaya petugas kepolisian untuk membuka “segel warga” karena lokasi tersebut akan digunakan sebagai TPS pada Pemilihan Bupati Bondowoso. Untungnya, petugas dari kepolisian bersikap bijak dengan tidak memaksakan standar normatif dan berusaha memahami psikologi massa, salut buat Polres Bondowoso dan Polsek Grujugan.
Pada akhirnya, pemerintahan sebagai lembaga pelayanan publik harus lebih mengoptimalkan peran dan fungsinya untuk kemaslahatan masyarakat. Sementara terkait dengan penyelesaian persoalan Grujugan Kidul, terkesan disikapi dengan tertutup dan sembunyi-sembunyi. Mungkin sebuah “ledakan” dahsyat memang dikehendaki terjadi oleh para pelaksana lapangan dan memanipulasi telaah staf kepada Bupati melalui pertimbangan-pertimbangan di belakang meja.
Menarik kita tunggu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi…
kalau mau jujur……..setiap pemimpin yang mpunyai jiwa yg kepemimpinan yg adil dan dan dpt dipercaya….InsyaAllah para pendukungnya akan mengikuti langkah gerakan pemimpinnya.Amin
Kekalahan pihak Yus adalah bukti bahwa kebenaran akan selalu menang… Masyarakat Grujugan Kidul tahu, bahwa ini adalah kekalahan yang membuat hati sakit sekali. karena hanya kalah 11 suara. Sekali lagi, Allah telah menampakkan kuasa-Nya, bahwa orang-orang yang selalu berbuat dhalim akan didera dengan siksa, yaitu berupa sakita hati yang berkepanjangan. Kapok kon. Makanya, kalau suka nyakiti rakyat jangan coba-coba jadi pimpinan rakyat. Bisa KUALAT…
Benarkah bahwa kesucian akan menang?. Perang Uhud membuktikan kekalahan tentara Islam, walau itu sifatnya sementara. Benarkah kemenangan akan identik dengan kebenaran? Afghanistan lebur walau berperang demi agama, kalah dengan Uni Sovyet waktu itu.. Hanya Allah yang mengetahui di balik semuanya